Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Antibiotik di Kelurahan Dermayu, Kabupaten Seluma
Abstract
Abstrak
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional di masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian resistensi antimikroba. Salah satu upaya pencegahan dilakukan melalui penerapan prinsip DAGUSIBU antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik di Kelurahan Dermayu, Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 120 responden dewasa yang pernah menggunakan antibiotik. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah hingga sedang. Umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan DAGUSIBU antibiotik (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi antibiotik yang terarah dan berbasis karakteristik sosiodemografi sebagai bagian dari penguatan Antimicrobial Stewardship di tingkat komunitas.




