Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Brotowali (Tinospora crispa L.) dan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Diabetic Ulcer
Abstract
Abstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berupa luka diabetes (diabetic ulcer) yang rentan mengalami infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang sering ditemukan pada luka tersebut adalah Staphylococcus aureus. Pemanfaatan bahan alam sebagai agen antibakteri menjadi alternatif yang potensial dalam mendukung penanganan infeksi pada luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun brotowali (Tinospora crispa L.) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Staphylococcus aureus sebagai bakteri penyebab infeksi pada diabetic ulcer.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol, kemudian difraksinasi dengan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Fraksi etil asetat daun brotowali diuji pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, sedangkan daun kersen pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali memiliki diameter zona hambat rata-rata sebesar 8,5–9,13 mm, sedangkan daun kersen menunjukkan aktivitas lebih tinggi dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 10,13–10,96 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 24,4 ± 0,43 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali dan daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai sumber antibakteri alami dalam penanganan infeksi pada diabetic ulcer.




