Pengembangan Sleeping Mask Gel Berbasis Madu Heterotrigona itama: Karakterisasi Fisik dan Stabilitas Sediaan
Abstract
Abstrak
Latar belakang: Madu lebah tanpa sengat Heterotrigona itama memiliki potensi sebagai bahan aktif kosmetik karena mengandung senyawa bioaktif yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan. Pemanfaatannya dalam sediaan sleeping mask gel masih perlu dikaji, khususnya terkait karakteristik fisik dan stabilitas sediaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sleeping mask gel madu H. itama dengan variasi konsentrasi serta menentukan formula yang paling potensial. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dilakukan dengan formulasi madu H. itama pada konsentrasi 0% (F0), 2% (F1), 4% (F2), dan 6% (F3). Sediaan dievaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, iritasi, dan hedonik. Stabilitas dilakukan menggunakan metode freeze-thaw selama tiga siklus dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Seluruh formula menunjukkan stabilitas organoleptis dan homogenitas yang baik serta pH stabil pada 5 selama pengujian. Peningkatan konsentrasi madu cenderung menurunkan viskositas dan meningkatkan daya sebar. F3 menunjukkan viskositas terendah (5.550–5.450 cPs) dan daya sebar tertinggi (5,76–5,93 cm). Seluruh formula tidak menunjukkan iritasi pada kondisi pengujian. F3 juga memperoleh tingkat kesukaan tertinggi terhadap bau, warna, dan bentuk/tekstur. Kesimpulan: F3 dengan konsentrasi madu 6% merupakan formula paling potensial berdasarkan karakteristik fisik, stabilitas, dan penerimaan panelis.
Unduh PDF: 0 downloads




