Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Racikan Dan Non-Racikan Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Sibela Kota Surakarta

  • Nabhila Aureli Ghanza Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta
  • Agnes Prawestya Sari Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta
  • Joko Santoso Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta
Keywords: kepuasan pasien, pelayanan farmasi, waktu tunggu saat pengambilan

Abstract

 

Abstrak

 

Latar Belakang : Pelayanan farmasi merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kesehatan karena memiliki keterkaitan yang erat dengan mutu layanan serta kepuasan pasien. Waktu tunggu saat pengambilan resep dapat menjadi indikator yang memengaruhi pengalaman pasien selama layanan farmasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara waktu tunggu pengambilan obat resep dan obat bebas dengan kepuasan pasien di Puskesmas Sibela, Surakarta. Metoda : Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien rawat jalan yang dipilih melalui purposive sampling. Data mengenai waktu tunggu dikumpulkan melalui pengamatan langsung, mulai dari penyerahan resep hingga pasien menerima obat, sedangkan tingkat kepuasan diukur menggunakan kuesioner SERVQUAL yang mencakup dimensi “Tangibles”, “Reliability”, “Responsiveness”, “Assurance”, dan “Empathy”. Analisis hubungan ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% layanan resep memenuhi standar waktu tunggu, sedangkan 20% sisanya belum memenuhinya. Tingkat kesesuaian layanan yang diberikan dengan harapan pasien masing-masing sebesar 99% untuk aspek “Tangibles”, 99,7% untuk “Reliability”, 98,4% untuk “Responsiveness”, 99,75% untuk “Assurance”, dan 100% untuk “Empathy”. Uji korelasi peringkat Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara waktu tunggu dan kepuasan pasien (p = 0,000) dengan koefisien korelasi rata-rata sebesar 0,820, yang dikategorikan sebagai sangat kuat. Kesimpulan : Dengan demikian, semakin sesuai waktu tunggu dengan standar pelayanan, semakin tinggi pula kecenderungan kepuasan pasien. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi Puskesmas Sibela dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan farmasi, terutama dalam rangka mengoptimalkan waktu tunggu saat pengambilan resep.

Author Biographies

Nabhila Aureli Ghanza, Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta

Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta

Agnes Prawestya Sari, Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta

Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta

Joko Santoso, Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta

Farmasi Program Sarjanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kusuma Husada Surakarta, Surakarta

Published
2026-10-23
How to Cite
Ghanza, N., Sari, A., & Santoso, J. (2026). Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Racikan Dan Non-Racikan Terhadap Kepuasan Pasien Di Puskesmas Sibela Kota Surakarta. JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga), 11(2), 10-17. Retrieved from https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/119
Dibaca: 0 times
Unduh PDF: 0 downloads