PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP MUTU EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz dan Pav.) BERDASARKAN PARAMETER SPESIFIK DAN NONSPESIFIK
Abstract
Abstrak
Latar belakang : Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman obat yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, terutama flavonoid, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku obat herbal. Perbedaan metode ekstraksi dapat memengaruhi mutu ekstrak yang dihasilkan melalui perbedaan mekanisme perpindahan massa, suhu, dan lama kontak pelarut dengan bahan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode ekstraksi terhadap mutu ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) berdasarkan parameter spesifik dan nonspesifik. Metoda : Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan empat metode ekstraksi, yaitu maserasi, perkolasi, refluks, dan soxhletasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan metode kompleks AlCl₃ dengan kuersetin sebagai baku pembanding. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkolasi menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 20,91%, sedangkan seluruh ekstrak memenuhi persyaratan organoleptis, susut pengeringan, skrining fitokimia, dan identifikasi KLT. Namun, kadar abu total serta kadar flavonoid total seluruh ekstrak belum memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Meskipun demikian, metode soxhletasi menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi sebesar 0,128%, diikuti refluks, maserasi, dan perkolasi. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi berpengaruh terhadap mutu ekstrak daun sirih merah, terutama terhadap perolehan flavonoid. Kesimpulan : Berdasarkan keseluruhan parameter yang dievaluasi, metode soxhletasi merupakan metode yang paling optimal untuk menghasilkan ekstrak daun sirih merah dengan kandungan flavonoid tertinggi.
Unduh PDF: 0 downloads




