https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/issue/feedJAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga)2026-04-22T12:55:16+00:00Verawatyverawaty77@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Akademi Farmasi Prayoga (JAFP) merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi D3 Farmasi Akademi Farmasi Prayoga Padang. JAFP terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya. JAFP menerima naskah penelitian (<em>research article</em>) dan review (<em>review article</em>) dalam bidang seputar kefarmasian, baik mengenai sains farmasi maupun farmasi komunitas. Cakupan dalam bidang sains farmasi yaitu Biologi Farmasi dan Farmakognosi, Kimia Farmasi, Farmasetika, Farmakologi dan Toksikologi, dan juga Bioteknologi. Cakupan dalam bidang farmasi komunitas yaitu Farmasi Rumah Sakit, Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Manajemen Farmasi, dan Farmasi Sosial.</p>https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/110Pengaruh Lama Waktu Perendaman Terhadap Mutu Fisik Gelatin Ceker Ayam (Gallus Domesticus)2026-04-22T06:26:37+00:00Dessy Ratna Saridessy.rs97@gmail.comDefiningsih Yuliastutidefiningsihyuliastuti@gmail.com<h1>Abstrak</h1> <p> </p> <p>Ceker ayam mengandung kolagen dalam jumlah yang relatif tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan gelatin yang bersifat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman terhadap mutu fisik gelatin yang dihasilkan dari ceker ayam broiler (<em>Gallus domesticus</em>). Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan dua variasi waktu perendaman, yaitu 4 hari (F1) dan 8 hari (F2). Proses perendaman dilakukan menggunakan larutan NaOH 0,2% dan asam sitrat 5%. Parameter yang diamati meliputi karakteristik organoleptis, pH, kadar air, kadar abu, serta uji protein menggunakan reagen ninhidrin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik <em>Independent Sample t-test</em> dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin yang dihasilkan berbentuk serbuk dengan warna kuning kekuningan dan memiliki aroma khas gelatin. Nilai pH gelatin pada perlakuan F1 dan F2 berturut-turut sebesar 4,603 ± 0,006 dan 4,730 ± 0,030. Kadar air gelatin pada F1 sebesar 7,83 ± 0,086%, sedangkan pada F2 sebesar 9,71 ± 0,451%. Sementara itu kadar abu gelatin pada F1 sebesar 1,85 ± 0,155% dan pada F2 sebesar 2,15 ± 0,047%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa lama waktu perendaman memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter mutu fisik gelatin (<em>p</em> < 0,05). Seluruh parameter yang diperoleh masih berada dalam kisaran standar mutu gelatin berdasarkan SNI 01-3735-1995. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perendaman selama 4 hari menghasilkan gelatin dengan mutu fisik yang lebih baik dibandingkan perendaman selama 8 hari.</p> <p><strong> </strong></p>2026-04-22T03:11:45+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/112Evaluasi Stabilitas Fisik dan Aktivitas Proteksi UV Sunscreen Spray Berbahan Ekstrak Biji Buah Durian (Durio zibethinus Murr.)2026-04-22T12:55:16+00:00Selvi Merwantaselvimerwanta5139@gmail.comCesilia Astiracesiliaastira@gmail.comNetti Kemala Sarinettisari@gmail.comSintia Ade Vionasintiaviona@gmail.comYahdian Rasyadiyahdianrasyadi@gmail.com<h1>Abstrak</h1> <p> </p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak biji buah durian (<em>Durio zibethinus</em> Murr.) sebagai bahan aktif tabir surya alami dalam sediaan sunscreen spray. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan ke dalam beberapa formula dengan variasi konsentrasi ekstrak biji buah Durian, kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, pola semprotan, nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro, uji iritasi, dan uji kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang baik, stabil, dan aman digunakan secara topikal, dengan pH sesuai fisiologis kulit serta viskositas yang mendukung aplikasi spray. Peningkatan konsentrasi ekstrak biji durian berbanding lurus dengan peningkatan nilai SPF, di mana formula dengan konsentrasi ekstrak 5% menghasilkan nilai SPF tertinggi dan termasuk kategori proteksi tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kandungan flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak biji durian berperan dalam kemampuan sediaan menyerap radiasi ultraviolet. Berdasarkan hasil evaluasi, ekstrak biji durian berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif sunscreen spray berbasis bahan alam, dengan formula berkonsentrasi 5% sebagai formulasi paling optimal dari sisi efektivitas proteksi UV.</p>2026-04-22T03:46:29+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/113Analisis Cemaran Bahan Kimia Terlarang (Formalin dan Boraks) pada Mi Basah di Pasar Raya Kota Padang Tahun 20252026-04-12T04:20:43+00:00Nur Afriyantinurafriyanti28@gmail.comVivaldi Ersilvivaldi@gmail.comLiza Agfa Rindilizarindi@gmail.com<h1>Abstrak</h1> <p>Mi basah merupakan produk pangan olahan dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan daya simpan yang relatif singkat, sehingga berpotensi ditambahkan bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks untuk memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara kualitatif keberadaan formalin dan boraks pada mi basah yang diperdagangkan di Pasar Raya Kota Padang. Metode identifikasi formalin dilakukan menggunakan uji pereaksi kalium permanganat (KMnO₄) dan Formalin Test Kit, sedangkan identifikasi boraks dilakukan melalui uji perak nitrat (AgNO₃), uji kertas tumerik, Boraks Test Kit, uji nyala api, serta uji organoleptik. Sampel penelitian terdiri atas empat sampel mi basah yang diperoleh dari pedagang melalui survei langsung di lokasi penelitian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel mi basah yang dianalisis tidak terdeteksi mengandung formalin maupun boraks, yang ditunjukkan oleh tidak adanya perubahan warna atau reaksi khas dibandingkan dengan kontrol positif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mi basah yang beredar di Pasar Raya Kota Padang pada tahun 2025 memenuhi aspek keamanan pangan dari cemaran formalin dan boraks.</p>2026-04-22T04:20:41+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/114Analisis Potensi Interaksi Obat pada Resep Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bayu Asih Purwakarta2026-04-22T06:28:49+00:00Monalisa Yunedmonalisayuned@gmail.comSri Setia Tjahjatisrisetia@gmail.comNyemas Carrisa Alya Kusumanyemaskusuma@gmail.com<h3>Abstrak</h3> <p>Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh bakteri yang terdapat pada urin dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah kasus penyakit ISK di Indonesia menunjukkan angka yang sangat tinggi mencapai 90-100 kejadian dari 100.000 orang atau 180.000 kejadian baru di setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada resep pasien ISK di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bayu Asih Purwakarta periode Januari hingga Desember 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan retrospektif dengan desain <em>mixed methods</em>. Data dianalisis menggunakan situs <em>drugs.com</em> dan <em>drugbank.com</em>, lalu diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan (mayor, moderat, minor) dan mekanisme interaksi (farmakokinetik dan farmakodinamik) dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan 42,86% resep pasien ISK memiliki potensi interaksi dengan 20,71% interaksi moderat dan 22,15% interaksi minor, tidak ditemukan interaksi mayor. Jenis interaksi yang paling umum adalah farmakodinamik (32,15%), diikuti farmakokinetik (10,71%). Berdasarkan jenis kelamin, secara deskriptif jumlah interaksi obat lebih banyak ditemukan pada pasien perempuan, tanpa dilakukan uji signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan dan evaluasi terapi obat untuk mengurangi risiko interaksi yang merugikan.</p>2026-04-22T04:55:34+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/115Hubungan Karakteristik Sosiodemografi dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU Antibiotik di Kelurahan Dermayu, Kabupaten Seluma2026-04-09T05:33:10+00:00Della Ayu Anggraenimuslim@poltekkesbengkulu.ac.idZamharira Muslimzamhariramuslim@gmail.comNadia Pudiarifantinadiapudiarifanti@gmail.comResya Pradiftaresyapradifta@gmail.com<h1>Abstrak</h1> <p> </p> <p>Penggunaan antibiotik yang tidak rasional di masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian resistensi antimikroba. Salah satu upaya pencegahan dilakukan melalui penerapan prinsip DAGUSIBU antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU antibiotik di Kelurahan Dermayu, Kabupaten Seluma. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> pada 120 responden dewasa yang pernah menggunakan antibiotik. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah hingga sedang. Umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan DAGUSIBU antibiotik (p<0,05), sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi antibiotik yang terarah dan berbasis karakteristik sosiodemografi sebagai bagian dari penguatan <em>Antimicrobial Stewardship</em> di tingkat komunitas.</p>2026-04-22T05:33:07+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/116Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Brotowali (Tinospora crispa L.) dan Daun Kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Diabetic Ulcer2026-04-12T06:07:16+00:00Novitaria Br Sembiringnovitariabrsembiring@unprimdn.ac.idDiwa Imanuel Tarigandiwatarigan@gmail.comAstriani Natalia Br Gintingastrianiginting@gmail.com<h1>Abstrak</h1> <p> </p> <p><em>Diabetes melitus</em> merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi berupa luka diabetes (<em>diabetic ulcer</em>) yang rentan mengalami infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang sering ditemukan pada luka tersebut adalah <em>Staphylococcus aureus</em>. Pemanfaatan bahan alam sebagai agen antibakteri menjadi alternatif yang potensial dalam mendukung penanganan infeksi pada luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri fraksi etil asetat daun brotowali (<em>Tinospora crispa</em> L.) dan daun kersen (<em>Muntingia calabura</em> L.) terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> sebagai bakteri penyebab infeksi pada <em>diabetic ulcer</em>.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol, kemudian difraksinasi dengan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media <em>Mueller Hinton Agar</em> (MHA). Fraksi etil asetat daun brotowali diuji pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%, sedangkan daun kersen pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali memiliki diameter zona hambat rata-rata sebesar 8,5–9,13 mm, sedangkan daun kersen menunjukkan aktivitas lebih tinggi dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 10,13–10,96 mm. Kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 24,4 ± 0,43 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun brotowali dan daun kersen memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> dan berpotensi sebagai sumber antibakteri alami dalam penanganan infeksi pada <em>diabetic ulcer</em>.</p>2026-04-22T06:07:13+00:00##submission.copyrightStatement##https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/117AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) YANG DIINDUKSI DENGAN DEKSAMETASON PADA TIKUS PUTIH JANTAN2026-04-13T06:42:02+00:00Ria Afriantiafrianti81@gmail.comSuhatri Suhatrisuhatri@gmail.comNola Zakianolazakia@gmail.com<h1>Abstrak</h1> <p> </p> <p>Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat disebabkan oleh penurunan jumlah insulin atau resistensi insulin, seperti yang terjadi pada penderita diabetes melitus. Salah satu alternatif pengobatan yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun kitolod (<em>Isotoma longiflora</em> L.) yang mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antihiperglikemia dari ekstrak etanol daun kitolod pada tikus putih jantan yang diinduksi dengan deksametason, serta menentukan dosis dan waktu pemberian yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi deksametason. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam enam kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor tikus: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (deksametason + fruktosa), pembanding (metformin), serta tiga kelompok uji dengan dosis ekstrak kitolod 100, 200, dan 400 mg/kg BB. Penginduksian hiperglikemia dilakukan dengan pemberian deksametason selama 7 hari. Selanjutnya, pemberian ekstrak dilakukan selama 14 hari dan kadar glukosa darah diukur pada hari ke-7 dan ke-14 menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kitolod mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan, dengan dosis paling efektif adalah 400 mg/kg BB (p<0,05). Penurunan kadar glukosa darah tikus tertinggi terjadi pada hari ke-14 dengan nilai 65,26%. Dengan demikian, daun kitolod berpotensi sebagai agen antihiperglikemia alami.</p>2026-04-22T06:42:01+00:00##submission.copyrightStatement##